Kalimantan Selatan memiliki satu kuliner khas yang banyak digemari masyarakat Indonesia yakni Soto Banjar. Soto khas Provinsi yang memiliki ibukota di Banjarmasin ini menjadi makanan wajib yang harus dicoba bagi siapa saja yang mengunjungi kota seribu sungai ini.
Soto merupakan hidangan yang terdapat hampir di seluruh wilayah Nusantara. Kali ini, yang akan dibahas adalah soto Banjar yang unik. Soto khas Kalimantan ini menggunakan daging ayam sebagai bahan dasar. Bumbu rempah berupa kapulaga, kayu manis, dan cengkeh membuat aroma soto menjadi khas. Soto Banjar berisi aneka bahan-bahan seperti bihun, telur rebus, ayam kampung, serta taburan bawang goreng yang menjadikan Soto Banjar begitu menggugah selera untuk dinikmati.
Belum lagi tambahan perkedel di dalam soto, menjadikan soto ini menjadi sajian lengkap untuk dinikmati. Satu yang menjadikan Soto Banjar ini terasa begitu khas yakni pada citarasa kuahnya yang bening. Aroma rempah-rempah khas kuliner Kalimantan Selatan pada kuah soto begitu terasa. Belum lagi tambahan jeruk nipis yang membuat kuah Soto Banjar terasa begitu segar.
Salah satu kelebihan Soto Banjar ini selain rasanya yang nikmat adalah karena soto ini sangat baik buat kesehatan tubuh. Sebab, bahan dan bumbu yang digunakan memang kaya akan protein.
Nama Soto Banjar sendiri diambil dari nama suku mayoritas yang mendiami wilayah Kalimantan Selatan yakni suku Banjar. Namun ada juga versi lain yang menyebutkan konon Soto Banjar dibawa oleh tentara Demak ketika memberikan bantuan kepada Kerajaan Banjar.
Bagi Anda yang kebetulan berada di Kalimantan Selatan jangan lewatkan untuk mencoba sajian Soto Banjar. Penjual soto ini banyak ditemukan di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya. Untuk satu porsi Soto Banjar biasanya dijual dengan kisaran harga Rp. 20.000 – Rp. 25.000.
Dalam perkembangannya, menu satu ini tidak hanya populer di Kalimantan selatan, makanan satu ini sudah menyebar ke seluruh daerah di pulau Kalimantan dan di indonesia. Banyak penjual yang menjajakan menu satu ini untuk memuaskan rasa kangen masyarakat akan Soto Banjar.
Suku Banjar di Kalimantan Selatan punya penganan manis lembut yang jadi favorit di seluruh Kalimantan. Bingka barandam namanya. Saking favoritnya, negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam pun amat menggemari kue ini.
Berbeda dari kue bingka pada umumnya, kue ini disajikan dalam rendaman saus manis. Dari sanalah nama bingka barandam diambil. Kata ‘barandam’ dalam bahasa Banjar berarti ‘berendam’. Tekstur kue ini lembut dengan rasa manis dari rendaman sirup gula.
Yang unik, kue ini tak mudah ditemukan di hari-hari biasa. Namun, pada bulan Ramadhan, kue amat mudah ditemukan di semua penjaja kue. Bingka barandam memang jadi menu wajib untuk berbuka warga Kalimantan.
Varian bingka barandam pun beragam, ada tapai, kentanglabu, pandan, nangka, kelapa muda, hingga yang kekinian seperti cokelat dan keju. Selain itu, bentuk bingkanya pun bervariasi, ada yang dicetak berbentuk bunga, bulat, dan persegi
wah, membayangkannya saja sudah membuat ngiler ya,
Bukit Rimpi merupakan sebuah perbukitan yang ditumbuhi oleh padang savana hijau yang dihiasi oleh hamparan rumput dengan pemandangannya yang sangat elok. Hawa sejuk dan keindahan panoramanya sudah pasti akan menyapamu bila berada di sini.
Bukit cantik ini lebih dikenal dengan sebutan Bukit Teletubies karena gundukan bukitnya yang menjulang seperti layaknya di film Teletubies. Terletak di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, akses menuju lokasi bukit ini dapat ditempuh sekitar 30 menit dari Kota Pelaihari dan sekitar 2 jam apabila ditempuh dari Kota Banjarmasin.
Mengunjungi bukit yang hijau nan asri ini, pengunjung akan dibuat terkagum-kagum oleh keindahan panorama di sekitarnya yang serasa berada di New Zealand. Tak jarang, gerombolan hewan ternak pun terlihat di sekitar kawasan bukit sedang mencari makanan. Perpaduan bukit hijau dan hewan ternak di sekitar bukit semakin menambah keindahan Bukit Rimpi ini. Bukit Rimpi juga merupakan salah satu spot terbaik untuk menikmati panorama keindahan matahari terbit di pagi hari.
Jarak dari Banjarmasin ke Pelaihari adalah sekitar 65 km, dan dapat ditempuh sekitar 2 jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. Kemudian arahkan kendaraan Anda menuju ke arah Tanah Bumbu, tak lama kemudian yakni sekitar 7-8 km nantinya akan melihat Desa Tampang. Kondisi jalan menuju lokasi bukit cukup bagus, beraspal halus meskipun di beberapa titiknya kadang berlubang. Papan penunjuk dan spanduk yang bertuliskan “Parkiran Bukit Rimpi”, akan terlihat di kanan jalan dan menunjukkan bahwa letak bukitnya berada di sebelah kanan jalan. Bagi yang masih ragu setelah berkendara sekitar 7m dari Kota Pelaihari, sering-seringlah bertanya kepada penduduk setempat di mana lokasi Bukit Rimpi. Sesampainya di lokasi, Anda dapat langsung memarkirkan kendaraan di laham parkir yang telah disediakan. Dari tempat parkir kendaraan, pengunjung masih harus berjalan kaki sekitar 200 m ke kaki bukitnya untuk menuju lokasi utama bukit ini.
Pengunjung akan dikenakan bayaran tiket masuk sebesar 10.000 rupiah sudah beserta dengan biaya parkir kendaraan. Untuk parkir kendaraan roda dua, tarif parkirnya sebesar 5.000 rupiah sedangkan untuk kendaraan roda empat dienakan tarif sebesar 10.000 rupiah
Sebaiknya apabila datang ke Bukit Rimpi saat pagi hari, bagus untuk melihat matahari terbit atau datang saat sore hari untuk melihat matahari terbenam.
Tempat ini belum memiliki fasilitas yang memadai. Sejauh ini hanya terdapat tempat parkir. Itu menandakan bahwa Bukit Rimpi masih menjadi destinasi wisata yang perawan. Karena itu, sebaiknya kamu membawa bekal jajanan ataupun minuman. Namun tetap jaga kebersihannya ya
Asrinya rumput hijau yang terbentang membuat Bukit Rimpi menjadi destinasi tepat untuk kabur dari hiruk pikuk kota yang menjenuhkan. Berniat mencari tempat kabur dari kejenuhan kehidupan perkotaan? Sepertinya kamu harus segera mencoba ke tempat ini.
Candi – Candi bersejarah tidak hanya terdapat di Pulau Jawa, namun di Pulau Kalimantan pun ternyata terdapat juga sebuah Candi yang cukup banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Salah satu Candi di Kalimantan yaitu Candi Agung Amuntai yang memiliki nilai sejarah tersendiri dengan struktur bangunan yang agak berbeda dengan candi yang terdapat di Pulau Jawa. Lokasi Candi Agung Amuntai berada di Desa Sungai Malang Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan.
Untuk menuju Candi Agung Amuntai dibutuhkan waktu sekitar 4 jam dari Kota Banjarmasin yang berjarak sekitar 190 Km, namun bila dari kota Amuntai hanya berjarak sekitar 1 Km dari arah Barat Daya. Secara keseluruhan Candi ini memiliki luas wilayah sekitar 3 hektar dan bangunan utama candinya memiliki ukuran sekitar 20 X 20M. Candi Agung merupakan Situs Klasik (pengaruh Hindu-Budha) yang memiliki struktur terbuat dari bata. Bata penyusun struktur berukuran besar dengan dimensi 40 x 20 x 10 cm. Keletakan berdasarkan arah mata angin memiliki arah hadap ke tenggara. Di dalam kompleks candi terdapat tinggalan arkeologis berupa kaki candi berukuran 9,2 x 9,2 meter dan tiang-tiang kayu ulin.
Bila kita ke candi ini dengan menggunakan kendaraan pribadi dari Kota Banjarmasin pertama-tama kita ke arah Kota Banjarbaru dengan jarak sekitar 35 Km, berikutnya kita melanjutkan perjalanan ke arah Martapura dengan jarak sekitar 5 Km, kemudian ke daerah Rantau yang berjarak sekitar 73 Km, lalu ke Kandangan dan Barabai dengan menempuh jarak sekitar 60 Km , kemudian kita melanjutkan perjalanan sekitar 30 Km ke arah Kota Amuntai. Dari kota Amuntai kita ke tempat wisata Candi Agung melalui arah barat daya sejauh 1 Km atau menempuh waktu sekitar 15 menit.
Obyek wisata Candi Agung Amuntai dibuka setiap hari mulai dari pukul 08.00 sampai dengan 17.00, untuk masuk ke kawasan ini kita dikenakan biaya tariff masuk sebesar Rp. 4.000,- untuk dewasa dan Rp. 2.000,- untuk anak-anak.
Memasuki kawasan Candi Agung Amuntai dari pintu gerbang kita akan melihat tulisan Candi Agung di atas gerbang tersebut. Di dalam kawasan candi kita akan melihat sisa-sisa bangunan kuno dari masa kerajaan Negaradipa. Candi Agung Amuntai telah berusia cukup lama yaitu sekitar 740 tahun, struktur bangunannya didominasi oleh batu dan kayu. Di candi ini kita juga akan melihat beberapa benda peninggalan bersejarah yang berusia sekitar 200 tahun SM. Batu yang ada di Candi Agung Amuntai bila kita lihat sekilas mirip dengan batu bata merah, namun bila disentuh akan kelihatan perbedaannya, batu yang ada di candi ini lebih berat dan lebih kuat.
Candi Agung Amuntai dibangun oleh seorang mpu yang berasal dari Majapahit yaitu Mpu Jatmika (Mpu Mandastana) pada abad XIV Masehi. Candi ini terdapat di kawasan Kerajaan Negaradipa Kahuripan, menurut cerita kerajaan ini berdiri pada tahun 1438.
Di persimpangan candi, terdapat tiga aliran sungai yaitu sungai Tabalong, Balangan dan Negara. Kerajaan yang merupakan cikal bakal dari kerajaan banjar ini di pimpin oleh Pangeran Suryanata dan Putri Junjung Buih dengan kepala pemerintahan Mangkubumi (Patih) Lambung Mangkurat. Kerajaan ini pun berkembang menjadi sebuah kota yaitu Kota Amuntai.
Pangeran Suryanata
Putri Junjung Buih
Situs Candi Agung Amuntai secara resmi dijadikan sebagai obyek wisata peninggalan bersejarah dan purbakala di Kalimantan Selatan pada tahun 1978 melalui Direktorat Sejarah dan Purbakala.
Tampak Depan Candi Agung
Tampak dalam Candi Agung
Obyek wisata ini cukup banyak dikunjungi oleh para wisatawan, tujuan mereka bermacam-macam ada yang sekedar berwisata sejarah dan adapun pengunjung yang sengaja ke tempat ini untuk berziarah, hal ini dikarenakan di kawasan candi ini terdapat sebuah makam kuno dan kita akan merasakan suasana mistis di sekitarnya yang dipercayai oleh penduduk setempat sebagai makam keramat.
Banyak pengunjung datang ke Candi Agung untuk mencari berkah pribadi. Ada yang melakukan hajat mandi di Sumur Tiang Sembilan dan meletakkan kain kuning di Pertapaan Pangeran Suryanata. Di samping itu di kawasan candi ini juga terdapat sumur. Oleh penduduk setempat dinamakan telaga darah karena merupakan dulunya lokasi pertempuran dan tempat di bunuhnya dua saudara, Sukmaraga dan Patmaraga oleh paman mereka, Lambung Mangkurat.
Telaga Darah
Pertapaan Pangeran Suryanata
Tiang Mahligai Putri Junjung Buih
Barang – barang peninggalan Candi yang selama ini digali oleh para arkeolog, di simpan pada sebuah museum yang terdapat di kawasan candi. Barang-barang tersebut berupa senjata, gerabah, fragmen bunga teratai, guci China, dan aneka tembikar bertuliskan huruf China dan artefak lainnya. Benda temuan para arkeolog tersebut sebagian disimpan di Museum yang didirikan di lokasi Candi Agung tersebut.
Jika anda mempunyai jiwa petualang dan ingin merasakan suasana-suasana mistis yang kental, Candi Agung Amuntai adalah salah satu pilihan yang mengesankan.
Bukit Matang Kaladan ini berada di Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Tepatnya berada di sekitar Dermaga Bendungan Riam Kanan, kira-kira 25 KM dari pusat kota Banjarbaru, dimana terdapat bandar udara Syamsuddin Noor sebagai pintu masuk menuju Kalimantan Selatan. Berangkat dari Banjarbaru, akan membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit hingga sampai di lokasi terakhir yang bisa diakses oleh kendaraan pribadi, dimana akan tersedia lahan parkir. Kemudian anda akan melewati perkampungan rumah warga yang tinggal di kaki bukit hingga menemukan sebuah meja kecil dengan seseorang yang menjual tiket untuk masuk. Harga tiket untuk dapat masuk ke bukit Matang Kaladan ini cukup murah, hanya 3000 rupiah saja per orangnya.
Setelah membeli tiket dimulailah pendakian. Untuk mendaki bukit Matang Kaladan ini dibutuhkan sekitar 30 menit berjalan kaki hingga mencapai puncaknya. Terdapat dua jalur untuk mendaki bukit ini, jalur yang lebih landai namun cukup memakan waktu lebih lama dan jalur yang lebih cepat namun cukup curam. Tergantung preferensi ingin memilih yang mana. Meskipun curam, tapi tetap aman untuk dilalui. Tapi patut diperhatikan pula kondisi fisik saat mendaki serta jenis pakaian yang digunakan. Baiknya menggunakan celana dan atasan yang fleksibel dan tidak ketat untuk memudahkan pendakian.
Jalan yang di tempuh memakai kendaraan roda 2
Jika anda memilih jalur yang lebih cepat, anda akan menemukan jalan setapak yang sebagian dipasangi anak tangga, kemudian hanya mengandalkan akar pohon yang ada, lalu sebelum sampai di puncak, dimana jalur mulai lebih curam, anda akan menemukan susunan ban bekas berwarna-warni untuk berpijak. Jalur ini memang relatif lebih susah untuk dilalui karena agak curam dan tidak tertutupi pepohonan sehingga cukup terik.
Sedangkan jalur kedua yang lebih landai cocok sekali bagi anda yang memiliki waktu lebih banyak untuk berada di area ini. Hal tersebut dikarenakan suasana yang akan membawa anda seperti sedang menjelajah hutan walaupun memang sebenarnya anda berada di hutan, bedanya terdapat jalan setapak yang mengarahkan anda hingga puncak.
Jalan yang di tempuh pejalan kaki
Namun anda harus berhati-hati untuk berjalan di jalur ini. Akan ada kendaraan roda dua yang berlalu lalang di jalur ini. Rupanya tersedia jasa antar jemput ojek untuk naik dan turun ke puncak bukit Matang Kaladan ini.
Spot foto
Sesampainya diatas puncak bukit ini anda akan merasakan seperti melihat pemandangan Raja Ampatnya Kalimantan Selatan. Banyak terdapat pepohonan yang masih hijau dan asri. Dan ketika di atas puncak Matang Kaladan ini kalian akan melihat Waduk Riam Kanan.
Puncak Bukit Matang Kaladan
Bagi anda yang memang bertujuan untuk berfoto-foto di puncak bukit dan tidak ingin terlihat seperti habis mandi karena dibasahi oleh keringat sehabis mendaki, maka disediakanlah jasa antar jemput menggunakan ojek tersebut. Untuk satu kali jalan naik atau turun dikenakan biaya 20.000 rupiah. Setelah sampai puncak bukit Matang Kaladan, wilayahnya disulap menjadi spot foto lengkap dengan properti yang dibangun dan dikelola oleh warga sekitar untuk destinasi wisata.
Anda akan menemukan bentuk jukung, rumah jamur, sarang burung raksasa, rumah terbalik, rumah marsupilami, miniatur helikopter, dan beberapa properti lainnya untuk anda berfoto dengan latar belakang tersebut.
Spot foto jukung
Spot foto rumah marsupilami
Spot foto miniatur helicopter
Spot foto rumah kayu
Kembali lagi ke spot foto, anda akan dikenakan biaya total 25000 untuk total 10 properti foto. Atau jika hendak berfoto hanya di beberapa spot saja, anda bisa membayar 5000 rupiah saja untuk satu spot foto.
Dari puncak bukit anda dapat melihat pemandangan pulau-pulau kecil yang semakin terlihat kecil dari atas serta waduk Riam Kanan.
Di Bukit Matang Kaladan ini kalian bisa menginap. Bukit ini salah satu tempat yang cocok buat anda yang suka menghabiskan waktu weekend untuk bermalam dan menikmati sunrise di pagi hari. Tak heran jika biasaya setiap malam minggu atau weekend banyak para pendaki yang bermalam disini.
Objek wisata yang terletak di Desa Kintap, Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, provinsi Kalimantan Selatan ini menyuguhkan indahnya pesona pantai lengkap dengan hamparan pasir putih bersihnya di tepi pantai serta memiliki ombak dengan debit tenang dan ditemani pula dengan deretan pepohonan tumbuh rindang di pinggir pantai tentu semakin manambah kesejukan dan keasrian suasana di tempat wisata Pantai Muara Kintap ini.
Meskipun akses untuk menuju ke destinasi wisata ini sangat jauh dengan medan yang lumayan terjal meskipun sudah diperbaiki pemerintah sebelumnya, apalagi perjalanan menuju kawasan wisata ini cukup melelahkan pasalnya Anda harus menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 3 jam sebab jarak kawasan wisata Pantai Muara Kintap dari pusat kota Banjarmasin sekitar 150 KM atau sekitar 11 KM dari simpang 4 Muara Kintap.
Walaupun demikian, Anda tak perlu khawatir akan bosan dalam perjalanan panjang menuju objek wisata ini, sebab disepanjang jalan menuju Pantai Muara Kintap ini Anda disuguhkan dengan berbagai macam pemandangan yang elok dan deretan rumah penduduk sekitar. Tetapi alangkah lebih baiknya jikalau Anda baru pertama kali menyambangi Pantai Muara Kintap ini, ajaklah seseorang yang sudah pernah berkunjung ke spot wisata ini sebelumnya. Mengingat Anda akan melalui perjalanan panjang yang berkelok-kelok dan pastinya akan membingungkan bagi yang baru pertama kali plesiran ke Pantai Muara Kintap ini.
Sesampainya di lokasi wisata Pantai Muara Kintap, rasa lelah Anda akan terbayarkan dengan suguhan yang ditawarkan. Selain suguhan indahnya pantai lengkap dengan air yang berwarna biru jernih dan hamparan pasir yang putih bersih, Anda juga bisa berfoto bersama orang-orang terkasih di spot foto terfavorit berupa ayunan yang dilengkapi dengan tulisan yang menarik sengaja dibuat oleh karang taruna setempat yang tentunya semakin menambah semarak liburan Anda.
Bagi anda yang memiliki hobi fotografi, kawasan wisata ini juga dilengkapi pula dengan berbagai background berupa ayunan yang mirip dengan objek wisata di Gili Trawangan. Dengan adanya tulisan Jomblo, Galau dan Muara Kintap cocok untuk anda jadikan sebagai background foto bersama keluarga, teman atau kekasih.
Salah satu spot foto yang kerap digunakan untuk berswafoto adalah ayunan yang memiliki tulisan Jomblo bagi mereka datang sendiri, namun bagi mereka yang plesiran ke Pantai Muara Kintap bersama rombongan biasanya akan memiliki spot foto ayunan dengan latar belakang tulisan muara kintap. Banyak sekali aktivitas yang dapat Anda lakukan di kawasan wisata Pantai Muara Kintap ini seperti bermain air dan berenang di luasnya lautan dengan air yang jernih atau bersantai menikmati keelokan pantai di deretan gazebo yang bisa Anda sewa dengan tarif Rp. 10.000 hingga Rp. 20.000 saja per harinya
Objek wisata Pantai Muara Kintap ini memang masih tergolong sebagai destinasi wisata terbaru di Kota Banjarmasin khususnya di Kabupaten Tanah Laut, maka tak heran jikalau tempat wisata ini belum dilengkapi dengan akomodasi berupa tempat penginapan yang dapat Anda gunakan sebagai tempat beristirahat dan bermalam. Namun tenang saja, meskipun demikian, Anda bisa membangun tenda di tepi Pantai Muara Kintap ini tanpa di pungut biaya apapun. Jika Anda berniat untuk membangun tenda Anda bisa membawa peralatan sendiri dari rumah atau menyewa kepada pengelola setempat dengan tarif yang murah.
Mengarungi Sungai Amandit Dengan Bamboo Rafting Khas Loksado
Bila menyukai olahraga air terutama rafting, Loksado adalah satu tempat yang menjadi daftar petualangan yang harus dikunjungi. Loksado adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Letak geografis Loksado yang berada di Pegunungan Meratus membuat Loksado memiliki banyak destinasi wisata air terjun.
Perjalanan menuju Loksado, memang perlu perjuangan. Diperlukan perjalanan darat dengan waktu tempuh sekitar 4 jam dari Banjarmasin. Bisa menggunakan kendaraan pribadi atau pun angkutan umum. Jika menggunakan angkutan umum, pilih saja angkutan menuju Kandangan, ibukota kabupaten Hulu Sungai Selatan. Biaya angkutan umum sekitar 35000 rupiah dengan waktu perjalanannya sekitar 3 jam. Selanjutnya dari Kandangan menuju Loksado dapat ditempuh sekitar 1 jam. Kondisi jalanannya cukup terjal, namun sudah sangat mulus.
Rafting yang dilakukan di Loksado cukup unik, karena bukan menggunakan perahu karet seperti biasanya. Water sport ini lebih menantang karena hanya menggunakan rakit bambu, rafting ini lebih dikenal dengan sebutan Balanting Paring atau Bamboo rafting, di mana setiap rakit bambu hanya berisi maksimal 3 penumpang, Penduduk setempat menyebut rakit-rakit bambu ini dengan nama Lanting Paring, berupa buluh-buluh bambu yang disusun berbaris dan diikat menjadi satu membentuk sebuah rakit.
Dahulu sering digunakan penduduk sebagai sarana transportasi sungai dan juga digunakan untuk membawa atau menjual hasil bumi ke tempat lain. Berdiri di ujung depan, seorang lelaki memegang sebilah rotan panjang yang bertindak sebagai juru kemudi untuk mengendalikan laju Lanting seorang pemandu yang sudah berpengalaman. Rafting ini biasanya dilakukan di sungai Amandit. Waktu yang di tempuh sebuah bamboo rafting bisa mencapai 2 – 3 jam. Untuk sekali jalan mengarungi Sungai Amandit, Anda harus membayar Rp. 250 ribu – Rp. 300.000
Sepanjang perjalanan, Anda akan merasakan arus deras dan melewati cukup banyak batu besar, sama seperti arung jeram biasa yang bisa memacu adrenalin. Walaupun cukup menantang, Anda bisa tetap tenang karena rakit bambu tersebut berukuran cukup besar dan relatif cukup aman.
Bukan hanya menguji andrenalin, saat bamboo rafting akan ditemui pemandangan alam yang luar biasa. Selain itu juga ditengah perjalanan, akan terlihat kegiatan suku Dayak Meratus. Bamboo rafting akan berakhir disebuah Desa bernama Tanuhi. Meski tak berada dikawasan gunung berapi, Desa Tanuhi memiliki sumber air panas alami yang berasal dari gas bumi. Jika merasa sangat lelah setelah menikmati perjalanan bamboo rafting, cobalah berendam di Tanuhi untuk melemaskan kembali otot-otot yang tegang.
Jika ingin menikmati keindahan alam Laksado, sebaiknya menyiapkan 2 hari untuk berada disana. Untuk pilihan penginapan di Laksado, terdapat bermacam-macam harga yang sesuai dengan fasilitasnya. Dari yang terendah adalah Camp AAL sebesar 50 ribu rupiah permalam, Wisma Alya sebesar 150 ribu rupiah, Wisma Loksado sebesar 250 ribu rupiah dan Meratus Resort sebesar 300 ribu rupiah permalam.
Danau Labuan Cermin merupakan sebuah danau yang terletak di kecamatan Biduk- biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Banyak orang yang salah paham tentang keberadaan danau ini. Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa danau ini berada di Balikpapan. Apabila berangkat dari luar pulau Kalimantan, anda dapat menggunakan pesawat dengan tujuan pendaratan di Bandara Kalimarau, Kota Berau, kemudian ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 6 sampai 7 jam dari ibukota Kabupaten Berau, Tanjung Redeb, Kalimantan Timur. Meski perjalanan cukup jauh, rasa lelah akan segera terobati begitu melihat keindahan alam yang ada di Labuan Cermin.
Untuk mencapai Danau Labuan Cermin, pengunjung harus menyewa kapal dari dermaga dengan harga sewa kapal 200.000 untuk perjalanan pulang-pergi, dan akan lebih murah jika Anda datang bersama rombongan.
Labuan Cermin ini terkenal karena kejernihan air nya yang sangat bening. Bahkan ketika terdapat objek diatas danau tersebut nampak seperti diatas kaca, dan ranting ranting yang terdapat di dasar danau dapat terlihat sangat jelas sekali. Dengan air yang begitu jernih, wisatawan dapat melihat penyu dan satwa air danau lain nya yang muncul ke permukaan. Satwa satwa tersebut dapat terlihat dengan sangat jelas. Air yang ada di Danau Labuan Cermin sangat unik, dimana air yang terdapat di dalam danau memiliki rasa tawar dan asin. Di bagian atas permukaan air danau terasa tawar, namun ketika menyelam di dasar danau, air nya mulai terasa asin. Hal inilah yang melatarbelakangi julukan danau ini sebagai Danau Dua Rasa.
Pemandangan di sekitar Danau Labuan Cermin sangat menenangkan. Dikelilingi pepohonan rimbun yang membuat suasana sangat teduh, sehingga sangat tepat dijadikan tujuan wisata untuk sejenak melarikan diri dari keramaian yang kerap ditemui setiap hari. Konon bupati setempat memang mengembangkan Labuan Cermin sebagai destinasi wisata diawali dengan menetapkan kawasan ini sebagai kawasan konservasi atau kawasan lindung, setelah itu akan dilengkapi sarana penunjang yang akan memudahkan pengunjung menikmati keindahan danau sejuk yang memiliki dua rasa ini.
Saat berada di Labuan Cermin, pengunjung dapat melakukan aktivitas berenang, snorkeling dan juga menyelam. Saat menyelam menggunakan kacamata snorkeling, akan terlihat beberapa ikan yang berenang tidak jauh dari permukaan dan ada pula yang jauh di dasarnya. Rasa dari air yang berbeda menyebabkan ikan-ikan terpisah. Ini dapat mempermudah membedakan mana jenis ikan air tawar dan yang mana ikan air laut.
Sebelum menuju ke Labuan Cermin, jangan lupa persiapkan alat snorkeling sendiri atau bagi yang lupa membawanya tidak usah khawatir. Di dermaga tempat penyebrangan terdapat toko penyewaan alat snorkeling beserta pelampungnya. Bagi yang ingin sekedar bermain air dan bersantai ria di atas ban, di Labuan Cerminnya pun tersedia penyewaan ban dalam mobil bahkan perahu air yang memiliki kaca transparan di bawahnya. Untuk penginapan dapat didapatkan di sekitar Biduk-Biduk dengan harga penginapan yang beragam, yaitu mulai dari seratus ribu rupiah hingga tiga ratus ribu rupiah per malamnya.
Pulau Derawan terletak di Kecamatan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pulau Derawan merupakan sebuah tempat wisata yang layak disebut sebagai “surga dunia” karena menghadirkan sebuah keindahan panorama alam, baik diatas laut maupun didalam laut nya yang sungguh mengagumkan. Dari atas laut, Pulau Derawan menyajikan sebuah hamparan permukaan air laut yang berwarna gradasi biru dan hijau, hamparan pasir putih, barisan pohon kelapa berjejer indah di pesisir pantai dan rumah-rumah sederhana yang menjadi penginapan yang menjorok ketengah laut hampir 100 meter yang membuat wisatawan dapat menikmati beraneka ikan warna-warni dan penyu yang berlalu lalang secara bebas dibawah tempat menginap.
Selain itu, Pulau Derawan juga menyajikan wisata bahari yang tak kalah menarik. Di sekitar perairan Pulau Derawan terdapat taman laut yang digunakan untuk wisata diving dengan kedalaman sekitar 5 meter.
Di taman laut ini terdapat beraneka macam biota laut yang hidup dan berkembang secara berdampingan, diantaranya beraneka jenis terumbu karang, gurita, cumi-cumi, ikan pipa, belut pita, ikan skorpion dan kuda laut. Anda juga dapat meninjau beberapa pulau lainnya yang masih berada di sekitar Pulau Derawan yang tentunya memiliki keunikan wisata alam tersendiri, diantaranya ikan pari hitam yang memiliki lebar diameter 6 meter, ketam kelapa, lumba-lumba, penyu hijau, penyu sisik, paus dan dugong.
Belum ada penerbangan langsung untuk menuju kawasan ini. Penerbangan dari Jakarta hanya sampai ke Balikpapan, ganti dengan pesawat kecil ke Tanjung Redeb, ibu kota Kabupaten Berau. Dari Tanjung Redeb menggunakan speedboat menuju Pulau Derawan
Tidak jauh dari Pulau Derawan terdapat Danau yang terletak di tengah Pulau. Danau ini menjadi Danau satu-satu nya yang ada di Indonesia yang terletak di tengah Pulau. yaitu Pulau Danau Kakaban.
Sungguh “surga dunia” yang sangat mengagumkan, tak heran tempat wisata ini sangat terkenal sampai ke mancanegara dan bahkan menduduki peringkat ketiga teratas di dunia sebagai tempat tujuan menyelam bertaraf internasional.
Adapun keindahan pantai Derawan yang dapat wisatawan nikmati meliputi kegiatan menyelam maupun snorkeling. Meninjau penangkaran Penyu Sisik dan Hijau, ubur-ubur jinak serta biota lainnya termasuk terumbu karang yang cantik adalah hal utama yang dapat anda nikmati. Khusus ubur-ubur jinak yang sering ditayangkan oleh media televisi berada di danau Kakaban
Ada banyak tempat penyewaan alat snorkeling di Pulau Derawan dengan tarif sekitar dan Rp. 50.000 per hari. Sedangkan bagi para diver juga tersedia beberapa Dive Centre dengan alatnya yang lengkap.
Ada banyak tempat pilihan untuk menginap di Kepulauan Derawan, dari tingkat penginapan, homestay sampai Resort semua tersedia, tegantung budget anda yang tersedia. Tempat yang paling lengkap ada di Pulau Derawan, yang paling murah adalah Penginapan Ilham (Rp. 100.000), untuk Homestay di Rumah penduduk sekitar Rp. 250.000. Di atas itu ada cottage yang di bangun di atas laut (Sekitar Rp. 300.000) serta Resort dengan harga di atas Rp. 500.000 hingga jutaan rupiah.
Pulau Kakaban yang hampir 80 persen wilayahnya merupakan danau dengan air jernih berwarna kehijauan, terletak di Desa Payung-payung Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur. Danau Kakaban yang berada di tengah-tengah pulau ini dihuni oleh ribuan ubur-ubur. Jangan khawatir, Teman Traveler bisa berinteraksi dengan ubur-ubur di Danau Kakaban yang tidak menyengat.
Meski begitu, pastikan mematuhi aturan-aturannya, ya.
Pertama, tidak boleh mengenakan sunblock atau krim apapun, karena kandungan zat kimianya bisa mencemari habitat ubur-ubur.
Kedua, tidak menggunakan alat bantu renang seperti kaki katak karena dikhawatirkan akan melukai ubur-ubur.
Ketiga, dilarang mengangkat ubur-ubur keluar air. Bisa-bisa hewan ini kehilangan keseimbangan.
Keempat, kalau masuk ke danau tidak boleh melompat, harus tenang. Agar tidak mengenai ubur-ubur bahkan hingga membunuhnya.
Pulau Kakaban merupakan satu dari 31 pulau di kepulauan Derawan termasuk Sangalaki, Maratua dan Derawan. Kakaban, mejadi lebih tinggi selama bertahun-tahun karena tekanan geologi, yang akhirnya menutup apa yang dulunya merupakan laguna, menciptakan Danau Kakaban.
“Kakaban” berasal dari kata dalam dialek lokal yang berarti “pelukan,” karena cara pulau memeluk danau di tengahnya. Danau Kakaban telah dinyatakan sebagai cagar alam pemerintah, dan telah dinominasikan sebagai Kawasan Warisan Dunia.
Wilayah Pulau Kakaban memang didominasi danau, selain itu terdapat hutan besar dan hutan mangrove. Sebelum dapat mencapai Danau Kakaban, Teman Traveler harus berjalan kaki melewati hutan besar yang masih rimbun dan alami. Pepohonan besar tumbuh dengan sehat di pulau yang sangat dijaga oleh penduduk Desa Payung-payung. Sebut saja Pohon Bakung, Asing-asin, Ligayan, Ugal, Bullung-bullung, Puut, dan Ipil. Beberapa pohon lain juga tumbuh di hutan ini, namun sebagian ada yang belum diketahui namanya .
Memang tidak ada penginapan di Pulau Kakaban, karena penduduk sekitar tidak mengizinkan adanya bangunan apapun di pulau ini. Walaupun sebenarnya sudah banyak investor yang ingin bekerja sama membangun resort. Menurut mereka, pembangunan akan merusak ekosistem dan keindahan pulau yang sudah ada sejak zaman dahulu ini. Namun,Traveler yang ingin bermalam bisa melipir ke pulau-pulau sekitar Kakaban seperti Maratua atau Nunukan. Terdapat resort yang berjarak mulai dari 8 kilometer seperti Green Nirvana Resort Maratua, hingga 10 kilometer diantaranya Nunukan Island Resort.